Dari : Situs Alfi crazy story : POMPANUA

Minggu, 08 Maret 2015

POMPANUA



Damai mendayu, mengharap pangeran datang membius.
Ketenagan , menjerit kesakitan.
Keramaian yang dilingkari keheningan .

Kekayaan tak berharga,menghancurkan mimpi dan  asa
Yang Sering membuat malu dan mencoreng harga diri yang dijaga sampai mati, seperti pupus ditelan oleh HINA,cacian,makian, dan gunjingan.
Salah,salah,salah namun inilah realitasnya...kata benar seakan seperti berada dalam puncak gunung berduri,.

Tidak ada keindahan ,tidak ada istimewa,tidak ada kebahagiaan,namun kerancuan yang setiap kali menemani, kegilaan seperti teman lama yang sesekali menyapa.
Ohh sepertinya aku rindu masa kecil di mana beban terberat hanya jewer,bentakan guru,dan PR MATEMATIKA.

Tidak ada galau,tidak ada derita,tidak ada keheningan,tidak ada sakit hati,tidak ada  malu.
Yang ada hanya ketawa lepas,,bermain lumpur, berlarian ditengah deras hujan ketawa bersama sampai  azaan magrib berkumandang.
rindu suasana indah,nyaman,nan menghanyutkan itu. Namun sekarang HILANG DITELAN WAKTU

wajah indah yang dulu nyaman,teman melangkah yang dulu gokil,kawan lama yang dulu semangat hidup.
Berubah menjadi sosok iblis yang kaku, yang brisik,yang ngak indah,dan tak menarik
Berubah menjadi moster yang mematikan,moster yang mengerikan ,moster pembunuh
Berubah menjadi menjadi dajjal perusak iman, dajjal yang gemar fitnah, dajjal yang meghancurkan poin poin keindahan yang telah dibangun dalam mahligai keindahan masa lalu.

Kusaksikan semua dalam kehenigan  malam dan kesendirian
Kusaksikan semua dalam riuk pikuk kampung halamanku yang hampa
Kusaksikan semua kebahagiaan yang mulai pudar

Dalam tepi senja,ditemani rintikan hujan yang membasahi tubuh
Merenung dalam kesendirian,mengamati langkah demi langkah
Kulihat dan ku pahami,bertanya dalam diam,INIKAH JALANKU ?inikah takdirku ?

Keluarga tak sekeren yang  kubayangkan
Susana tak seindah yang ku bayangkan
Teman telah digilas oleh waktu. Yang sudah sangat membosankan.

Dimanakah kaki ini melangkah.
Dimanakah kaki ini berpijak.
Dimanakh kucari kebahagiaan yang telah lama kurindukan itu.

Oh dewi fortuna,ajaklah aku terbang mengelilingi bumi
Terbang jauh dan tak kembali
Izinkan ku bentang lautan,izinkan ku jelajahi samudra,izinkan ku pergi dan jangan menghalangiku.

namun kuharap sampai disini saja.
Sampai disini saja kau megantarku, sisahnya aku selesaikan sendiri.
Yang kuharap kau bisa membatuku untuk melupakan sosok yang kurindukan dan tak pernah memerindukanku
Sosok yang kucari dan tak pernah mencariku.
Sosok yang kutunggu,dan tak pernah mau menuggu.

Yang ku harap kau bisa menghapus bersih puin puin kerinduanku pada sosok itu supaya tak ada alasan lagi untu balik,menengok, padannya

Supaya tidak ada alasan untuk balik dikampung yang membosankan ini.
Aku tak berniat membencimu, namun kau membenciku
Aku tak berniat untuk pergi,namun kau tak pernah mengharap kedatanganku.
Aku sangat menyayangimu namun kau sangat membenciku.

Namun aku berterimah kasih karna memberi kesempatan lahir di tanah mu
Memberi kesempatan aku hidup selama bertahun –tahun ditanahmu
Walau coreng dan malu yang kupikul karna tradisi keluarga,namun aku tetap berterima kasih.

Terima kasih juga,karena kau tak munafik,
Kau terbuka membenciku jadi aku tak usah repot menerjemahkan setiap ekspresi tersurat yang tergambar dalam wajahmu

AKU BERNIAT UNTUK TAK MENGIJAKMU LAGI.
AKU BERNIAT UNTUK TAK MENGENAGMU LAGI

TERIMAH KASIH KAMPUNG HALAMANKU.!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar