Damai mendayu, mengharap pangeran datang membius.
Ketenagan , menjerit kesakitan.
Keramaian yang dilingkari keheningan .
Kekayaan tak berharga,menghancurkan mimpi dan asa
Yang Sering
membuat malu dan mencoreng harga diri yang dijaga sampai mati, seperti pupus
ditelan oleh HINA,cacian,makian, dan gunjingan.
Salah,salah,salah namun inilah realitasnya...kata
benar seakan seperti berada dalam puncak gunung berduri,.
Tidak ada keindahan ,tidak ada istimewa,tidak ada
kebahagiaan,namun kerancuan yang setiap kali menemani, kegilaan seperti teman
lama yang sesekali menyapa.
Ohh sepertinya aku rindu masa kecil di mana beban
terberat hanya jewer,bentakan guru,dan PR MATEMATIKA.
Tidak ada galau,tidak ada derita,tidak ada
keheningan,tidak ada sakit hati,tidak ada
malu.
Yang ada hanya ketawa lepas,,bermain lumpur,
berlarian ditengah deras hujan ketawa bersama sampai azaan magrib berkumandang.
rindu suasana indah,nyaman,nan menghanyutkan itu.
Namun sekarang HILANG DITELAN WAKTU
wajah indah yang dulu nyaman,teman melangkah yang
dulu gokil,kawan lama yang dulu semangat hidup.
Berubah menjadi sosok iblis yang kaku, yang
brisik,yang ngak indah,dan tak menarik
Berubah menjadi moster yang mematikan,moster yang
mengerikan ,moster pembunuh
Berubah menjadi menjadi dajjal perusak iman, dajjal
yang gemar fitnah, dajjal yang meghancurkan poin poin keindahan yang telah
dibangun dalam mahligai keindahan masa lalu.
Kusaksikan semua dalam kehenigan malam dan kesendirian
Kusaksikan semua dalam riuk pikuk kampung halamanku yang
hampa
Kusaksikan semua kebahagiaan yang mulai pudar
Dalam tepi senja,ditemani rintikan hujan yang
membasahi tubuh
Merenung dalam kesendirian,mengamati langkah demi
langkah
Kulihat dan ku pahami,bertanya dalam diam,INIKAH
JALANKU ?inikah takdirku ?
Keluarga tak sekeren yang kubayangkan
Susana tak seindah yang ku bayangkan
Teman telah digilas oleh waktu. Yang sudah sangat
membosankan.
Dimanakah kaki ini melangkah.
Dimanakah kaki ini berpijak.
Dimanakh kucari kebahagiaan yang telah lama
kurindukan itu.
Oh dewi fortuna,ajaklah aku terbang mengelilingi
bumi
Terbang jauh dan tak kembali
Izinkan ku bentang lautan,izinkan ku jelajahi
samudra,izinkan ku pergi dan jangan menghalangiku.
namun kuharap sampai disini saja.
Sampai disini saja kau megantarku, sisahnya aku
selesaikan sendiri.
Yang kuharap kau bisa membatuku untuk melupakan
sosok yang kurindukan dan tak pernah memerindukanku
Sosok yang kucari dan tak pernah mencariku.
Sosok yang kutunggu,dan tak pernah mau menuggu.
Yang ku harap kau bisa menghapus bersih puin puin
kerinduanku pada sosok itu supaya tak ada alasan lagi untu balik,menengok,
padannya
Supaya tidak ada alasan untuk balik dikampung yang
membosankan ini.
Aku tak berniat membencimu, namun kau membenciku
Aku tak berniat untuk pergi,namun kau tak pernah
mengharap kedatanganku.
Aku sangat menyayangimu namun kau sangat membenciku.
Namun aku berterimah kasih karna memberi kesempatan
lahir di tanah mu
Memberi kesempatan aku hidup selama bertahun –tahun
ditanahmu
Walau coreng dan malu yang kupikul karna tradisi
keluarga,namun aku tetap berterima kasih.
Terima kasih juga,karena kau tak munafik,
Kau terbuka membenciku jadi aku tak usah repot
menerjemahkan setiap ekspresi tersurat yang tergambar dalam wajahmu
AKU BERNIAT UNTUK TAK MENGIJAKMU LAGI.
AKU BERNIAT UNTUK TAK MENGENAGMU LAGI
TERIMAH KASIH KAMPUNG HALAMANKU.!!!